'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Siti Noordjannah Djohantini
Home » Siti Noordjannah Djohantini

 

Siapa yang tak kenal sengan sosok yang satu ini?  Dra. Hj. Siti Noordjannah Djohantini, M.M., M.Si.Beliau adalah Ketua Umum PP Aisyiyah  periode 2010-2015 dan 2015-2020.  Noordjannah menggantikan Prof Dr. Siti Chamamah Soeratno yang sudah dua periode menjabat Ketua Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah. Noordjannah Djohantini dalam kesehariannya dosen Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY)’

Siti Noordjannah Djohantini lahir dan dibesarkan di lingkungan keluarga yang religius. Ayahnya bernama Ardani Zaenal, sedangkan ibunya bernama Siti Juariyah. Ia menikah dengan Dr.  Haedar  Nasir yang merupakan kader dan pengurus Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ketika sekolah hingga kuliah, Noordjannah sudah aktif di organisasi Ikatan Pelajar Muhammadiyah yang merupakan salah satu organisasi otonom Muhammadiyah untuk kalangan pelajar. Di organisasi ini, ia sempat menjabat Pimpinan Pusat IPM bidang Ipmawati pada periode 1983-1986. Bersama teman-temannya pengurus PP IPM, Noordjannah berhasil menerbitkan buku Pedoman Seragam khusus bagi pelajar putri Muhammadiyah yang berlaku untuk seluruh Indonesia.

Setelah "ber-IPM", Noordjannah kemudian aktif di organisasi Nasyiatul Aisyiyah  (Nasyiah) yang juga merupakan salah satu ortom Muhammadiyah untuk kalangan remaja putri. Di organisasi ini, Noordjannah terpilih sebagai ketua umum pada periode l990-l995, hasil Muktamar Nasyiaatul Aisyiyah, di Yogyakarta tahun 1990.

Setelah matang di Nasyiatul Aisyiyah, Noordjannah Djohantini kemudian masuk sebagai pengurus Aisyiyah. Pada periode 2000-2005, ia diserahi amanah sebagai Ketua Lembaga Pengkajian dan Pengembangan (LPP) Pimpinan Pusat Aisyiyah, selanjutnya masuk sebagai salah satu Ketua PP Aisyiyah, dan akhirnya terpilih sebagai Ketua Umum PP Aisyiyah, periode 2010-2015. Ia menggantikan Prof Dr Siti Chamamah Soeratno yang sudah dua periode menjabat Ketua PP Aisyiyah. Ia terpilih pada Muktamar ke-46 Aisyiyah, di Graha Wanabhaktiyasa, Yoyakarta, 7 Juli 2010.

Selain di lingkungan Muhammadiyah, Noordjannah juga dikenal sebagai aktivis perempuan. Ia termasuk salah seorang pendiri Yasanti  (Yayasan Annisa Swasti), yaitu sebuah Lembaga Swadaya masyarakat (LSM) perempuan pertama di Indonesia. “Yasanti” yang ia kelola sejak tahun l982 itu, hingga kini masih eksis dan berkembang. LSM ini bergerak dalam bidang pemberdayaan kaum perempuan, khususunya dalam memberikan layanan pendidikan dan latihan bagi wanita yang bekerja sebagai buruh.

Posisi sebagai pimpinan Nasyiatul Aisyiyah dan aktivis perempuan, membawa Noordjannah mendapat kepercayaan sebagai Koordinator Program Pendidikan Politik bagi Perempuan dalam Pemilu 1999, yang diselenggarakan oleh Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah bekerja sama dengan TAF untuk delapan (8) wilayah di Indonesia.

Pengalamannya sebagai aktivis perempuan dan kapasitas yang dimilikinya antara lain sebagai akademisi, juga membawa Noordjannah lolos dalam seleksi dan akhirnya dilantik sebagai anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) periode 2003-2008.

Noordjannah mewakili unsur tokoh masyarakat bersama bersama Pendeta Saut Hamonangan Sirait dan Rozy Munir.

 

Sumber  Wikipedia ensiklopedia

Shared Post:
Menu Terkait