'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Haedar Nashir : Mengapa Muhammadiyah bisa melakukan banyak hal?
20 Juni 2022 12:16 WIB | dibaca 24

 

Brebes.aisyiyah.or.id – Pemalang menyelenggarakan Pengajian Akbar, Ahad (19/6) dengan menghadirkan dua Ketua Umum Pimpinan Pusat, Haedar Nashir dan Siti Noorjanah Djohantini.

 

Pengajian digelar di halaman MBS Klegen, Comal, Pemalang, dan dihadiri oleh ribuan jamaah. Kepadatan dan kemeriahan kegiatan terlihat dari hadirnya jamaah yang duduk berjajar di atas tikar tanpa putus di sepanjang jalan.
Haedar Nashir, Ketua umum PP Muhammadiyah memberikan apresiasi atas sambutan yang meriah sejak dari jalan raya menujuMBS. “Tentu ini bukan karena kami hadir, tapi karena spirit di balik lambang Muhammadiyah,” ungkap beliau.


Menurut Haedar juga menyampikan bahwa di balik lambang Muhammadiyah ada kekuatan besar yang mendorong individu untuk selalu berbuat dan memberi. Dan Lambang itu yang membuat warga Muhammadiyah tidak kenal lelah, dan mempunyai semangat tinggi.

 

“ Dan pertanyaannya adalah : mengapa Muhammadiyah bisa melakukan banyak hal? Jawabnya karena di dalam jiwa kita ada ruh Islam di mana kita menginginkan hidup ini agar lebih bermakna, berfaedah. Harapannya ketika ajal tiba kita punya sangu,” jelas Haedar Nashir.

 

Beliau menjelaskan bahwa hidup memiliki tujuan, dan tujuan tersebut adalah kampung akhirat. “Maka penting dalam hidup kita tanya pada diri sendiri, kita mau apa dan mau ke mana,” ucapnya.

 

“Mencari karunia dan ridho Allah. Itu puncak dari tujuan hidup kita. Bagaimana mencari karunia dan ridho Allah. Kegiatannya berupa segala hal yang dilakukan bertumpu dan berarus pada ridho Allah. Hanya Ridho dan karunia Allah yang mengantar kita ke surga. Amal kita itu berapapun besarnya ukurannya adalah mendapat ridho Allah.” Ujarnya

 

Beliau mengatakan bahwa menjadi pimpinan organisasi hanya merupakan sebagian tiket kita untuk mendapat ridho Allah. “ Maka berat maupun ringan termasuk mau muktamar raihlah untuk mendapat ridho dan karunia,” Pesan beliau.
Ketum PP Muhammadiyah itu memaparkan bagaimana caranya mendapatkan ridho dan karunia Allah, yaitu :

         1. Beribadah kepada Allah.
wa maa khalaqtu al-jinna wa al-insan Illa liya’buduun. (Diciptakan Jin dan manusia untuk beribadah)
Ada 2 jenis ibadah:
 
  • Ibadah Mahdoh seperti Sholat, haji, puasa, jika dilakukan maka hidup akan terasa tenteram.
  • Ibadah bersifat muamalah seperti mendirikan masjid, sekolah, mendatangi pengajian. Tetapi juga ada dimensi tholabul ilmi itu termasuk fi sabilillah. Maka ada ulama yg mengatakan bahwa tholabul ilmi adalah berjuang di jalan Allah.
Apapun yang dilakukan manusia semua bermuatan ibadah kepada Allah. “Maka jangan merasa sia-sia dengan apa yang kita lakukan,” kata Haedar.
 
         2. Menjalankan fungsi kekhalifahan di muka bumi.
Manusia itu satu kesatuan, kalau tidak ada pemimpin nanti berantakan, seperti gembala yang tak punya penggembalanya. Pemimpin itu seperti penggembala. Kalau ingin maju maka apa yang dimiliki harus diurusi dengan baik.

“Kita diberi akal, hati dan rasa. Jalankan ibadah fungsi khalifah dengan baik, jangan merusak dunia, Allah tidak suka.”pesannya

Di akhir tausyiyahnya Haedar Nashir menjelaskan pentingnya berorganisasi. Bahwa segala sesuatu jika dilakukan sendiri prosesnya berjaan lama dan belum tentu berhasil baik. Maka harus dilakukan bersama, berjamaah, bareng-bareng. Itulah pentingnya berorganisasi, dan Muhammadiyah menjalankannya dengan maksimal. (Reni)
 

Shared Post: